Pembuatan Pasta Gigi

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA

  1. Judul

Pembuatan Pasta Gigi

  1. Tujuan

-       Membuat obat gosok gigi berbentuk pasta

-       Mengetahui proses-proses dan tahapan dalam pembuatan pasta gigi

  1.  Teori

Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi. Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol, yaitu salah satu merek pasta gigi. Walaupun merek ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak lagi dijual di Indonesia, nama Odol telah menjadi nama generik. Odol pertama kali diproduksi di Jerman oleh Dresden chemical laboratory Lingner, yang sekarang dikenal sebagai Lingner Werke AG pada tahun 1892 sebagai cairan pencuci mulut/mouthwash. Odol moutwash pada tahun 1900 an adalah merk ternama dan yang paling luas penggunaannya di hampir seluruh daratan Eropa.

Karl August Lingner

Karl August Lingner adalah orang yang menciptakan Odol moutwash dan dia adalah orang yang giat mengampanyekan Hidup Higienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan International Hygiene Exhibition pada tahun 1911. Dia mendirikan museum The German Hygyene Museum di Dresden.

Di setiap harinya kita tak bisa lepas dari kegiatan menggosok gigi dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Kegiatan gosok gigi sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari, terutama dilakukan sehabis makan. Pernahkah anda dalam sehari saja tidak menggosok gigi? Karena sesuatu hal, penulis pernah sesekali dalam sehari tidak menggosok gigi, sehingga akibatnya mulut terasa tidak nyaman dan canggung bicara jarak dekat dengan seseorang karena kuwatir bau mulut.

Ketika digunakan untuk sikat gigi, pasta gigi yang baik harus memenuhi sifat-sifat:

1. Dapat menghilangkan partikel-partikel asing, sisa makanan yang menempel pada gigi, plak atau karang gigi, dan dapat membersihkan gigi.

2. Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenagkan dan setelah menggunakan terasa segar dimulut.

Bahan baku pasta gigi tersusun atas :

1. Bahan polishing ( penggosok), merupakan salah satu bahan terpenting untuk menghilangkan partikel-partikel sisa makanan yang menempel pada gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Aluminium fosfat.

2. Bahan foaming ( pembusa ), berfungsi untuk membantu aksi bahan polishig dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal pada gigi dan juga berfungsi mengemulsikan lendir dimulut. Bahan pembusa yang digunakan SLS ( sodium lauryl sulfonate ) dengan nama dagang texapon, emal dll.

3. Bahan moistener ( pelembab ), berfungsi untuk mencegah pengeringan dan pengerasan pada pasta gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Gliserin , Propylene glikol dll.

4. Bahan pengikat, berfungsi untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sodium alginat.

5. Bahan pemanis, berfungsi untuk menberikan rasa manis pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sakarin.

6. Bahan pemberi rasa, berfungsi untuk memberikan aroma dan rasa pada pasta dan menghindari rasa eneg atau mual. Disamping itu juga untuk menambah kesegaran pasta gigi. Bahan yang digunakan minyak peppermint.

7. Bahan pengawet, berfungsi untuk menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta gigi. Bahan ini haruslah tidak bersifat toksik. Bahan pengawet yang digunakan sodium benzoat.

8. Bahan flouride, merupakan salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan dan kesehatan gigi, melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pambusukan serta pemicu mineralisasi. flournya memberikan efek deterjen dan unsur kimianya mengeraskan lapisan email gigi. Flouride yang banyak digunakan adalah salah satunya sodium flouride ( NaF ). Pemberian flouride untuk pasta gigi dianjurkan 0,05% – 0,08%, karena kelebihan pemberian flouride akan mengakibatkan merusak kesehatan. Penulis menganjurkan dalam pembuatan pasta gigi tanpa flouride sih tak apa-apa.

  1. Sabun Obat

Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan.

Banyak sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan, seperti minyak zaitun.

  1. Gliserin

Gliserin dengan rantai HO-CH2-CH-(OH)-CH2-OH adalah produk samping dari reaksi hidrolisis antara minyak nabati dengan air untuk menghasilkan asam lemak. Gliserin berbentuk cairan jernih, tidak berbau dan memiliki rasa manis.

           gliserin
Gliserin merupakan humektan yang biasa dipakai untuk kosmetik (hand and body lotion, cream pelembab dll), untuk bahan dasar pembuatan sabun dan juga merupakan bahan utama untuk pasta gigi. Fungsinya adalah untuk mengikat air/pelembab sehingga cream selalu basah dan tidak cepat mengering di udara bebas. Pemakaian gliserin relative aman untuk kulit. Di daerah sejuk/di daerah gunung bila bibir dan cuping hidung pecah pecah dan berdarah. Kulit ari mengkerut hebat kedinginan. Balurkan saja gliserin ini di kulit yang pecah.
Gliserin biasanya dihasilkan dari industri lilin atau industri sabun komersial.
Pada industri sabun komersial, karena gliserin mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi dibanding dengan nilai sabun itu sendiri maka gliserin yang dihasilkan dari pembuatan sabun diekstrak atau dipisah untuk dijual atau dipakai dalam pembuatan lotion atau produk kosmetik lainnya. Itulah sebabnya jika mandi dengan sabun biasa maka kulit kita menjadi kering.
Gliserin dan dietilen glikol mempunyai struktur dan sifat yang mirip, sehingga pada beberapa produk kosmetik buatan China dietilen glikol disalahgunakan sebagai pengganti gliserin. Padahal dietilen glikol mempunyai efek racun apabila ditelan oleh manusia.

  1. Minyak Peppermint

Rasa semriwing serta harum peppermint yang menyegarkan dalam produk Jamu Madu Habbats Arofah berasal dari tanaman Mentha x piperita.  Tanaman ini sudah digunakan sejak jaman Mesir, Yunani dan Romawi sebagai pengobat, terutama untuk mengobati flu, batuk dan untuk membantu pencernaan.  Tak hanya sebatas flu dan batuk, peppermint oil juga digunakan untuk mengatasi sakit kepala, mual mual, kram dan sakit di sendi.

Harum dan rasa semriwing membuat peppermint oil diduga memiliki khasiat kesehatan.  Kandungan terbesar minyak peppermint adalah menthol dan menthone. Menurut  University of  Michigan Health System, tanaman peppermint merupakan carminative herb. Carminative herb merupakan herba herba yang memiliki kemampuan untuk mencegah dan mengeluarkan gas yang berlebihan di dalam tubuh.

Karena kandungan menthol dan menthone, kegunaan utama peppermint adalah sebagai pelancar, terutama yang berkaitan dengan pencernaan seperti gangguan pencernaan akut. Peppermint oil membantu merelaksasi otot otot pencernaan pada saat kram perut atau pada gangguan pencernaan yang sudah akut. Walaupun utamanya peppermint terkenal sebagai pereda masalah pencernaan, bukan berarti peppermint tidak bisa digunakan untuk masalah kesehatan lainnya.  Ternyata peppermint pun dapat digunakan untuk kesehatan gigi dan gusi sebagai pencegah infeksi penyebab bau mulut, mengobati infeksi akut oleh khamir Candida, mengobati sembelit,  mengatasi mau mulut, batuk, flu, muntah muntah pada ibu hamil, sakit kepala dan penenang.

Sejauh ini konsumsi peppermint oil tidak membahayakan, namun peppermint oil tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan tanpa campuran.  Jamu Madu Habbats Arofah merupakan produk yang mengandung minyak peppermint yang dicampur dengan sari kurma, minyak zaitun, madu, minyak habbatus sauda dan sari jahe. Campuran peppermint oil dan bahan lainnya dalam produk ini membuat Jamu Madu Habbats Arofah memiliki rasa yang  unik, namun penuh manfaat.

  1. CaCO3

Kalsium karbonat adalah senyawa kimia dengan rumus kimia Ca C O 3. Ini adalah zat yang umum ditemukan di batuan di semua bagian dunia, dan merupakan komponen utama dari cangkang organisme laut , siput , mutiara , dan kulit telur . Kalsium karbonat adalah bahan aktif dalam kapur pertanian , dan biasanya merupakan penyebab utama air keras . Hal ini biasanya digunakan medicinally sebagai kalsium suplemen atau sebagai antasida , namun konsumsi yang berlebihan dapat membahayakan

  1. Gula

Adanya gula akan menurunkan aktivitas air dalam bahan pangan karena gula bersifat higroskopis. Menurut Winarno (1997), selama pemanasan sebagian sukrosa akan terurai menjadi gula invert (glukosa dan fruktosa). Gula berperan dalam proses dehidrasi yang membuat ikatan hidrogen pada pektin menjadi lebih kuat dan membentuk jaringan polisakarida, yaitu kompleks dimana air terperangkap dalam jaringan tersebut. Kekurangan gula akan membentuk gel yang kurang kuat pada semua tingkat keasaman sehingga membutuhkan lebih banyak asam untuk menguatkan strukturnya. Gula tidak ditambahkan di awal karena adanya pemanasan akan menyebabkan terjadinya browning karena waktu pemasakan terlalu lama. Gula yang digunakan adalah sukrosa. Sukrosa akan memberikan rasa manis dan juga berfungsi sebagai pengawet karena dalam konsentrasi tinggi dapat menghambat pertumbuhan mikroba.

  1. Alat dan Bahan

Alat:

No. Nama alat Gambar Jumlah
1 Gelas ukur

1 buah

2 Kompor

1 buah

3 Gelas beker

1 buah

4 Wadah tube

1 buah

5 Sendok

1 buah

6 Pengaduk

1 buah

7 Telenan

1 buah

   8 Kantung plastik 6 buah
9 Gunting 1 buah
10 Timbangan 1 buah
11 Mortar dan alu 1 buah

Bahan

No. Nama bahan Jumlah
1 Sabun obat 7,5 gram
2 Gula 10 gram
3 CaCO3 25 gram
4 Gliserin 10 ml
5 Minyak peppermint secukupnya
6 Air 10 ml
  1. Cara Kerja
    1. Menimbang sabun obat sebanyak 7,5 gram dan memotongnya kecil-kecil
  1. Memanaskan air sekitar 10 ml
  1. Menambahkan potongan sabun obat ke dalamnya dan membiarkan sampai meleleh
  1. Memasukkan gula 10 gram
  1. Memasukkan CaCO3 ke dalam gliserin dan mengaduknya
  1. Menuangkan larutan gula + sabun obat ke campuran CaCO3 dan gliserin
  1. Mengaduknya
  1. Menambahkan minyak pepermin
  1. Mengaduk terus sampai menjadi pasta
  1. Masukkan ke wadah tube
  1. Data Pengamatan
NO PERLAKUAN PENGAMATAN
1. Memotong sabun obat kecil-kecil Sabun obat berwarna hijau agak transparan, padat, dan lembek

Massa 7,5 gram

2. Memanaskan air sebanyak 10 ml
3. Memasukkan potongan sabun obat ke dalam air dan melelehkan Sabun mulai meleleh dan bercampur dengan air menjadi koloid yang berwarna hijau dan berbusa di bagian atasnya
4. Menambahkan gula 10 gram Busa menjadi hilang dan warna larutan menjadi kuning
5. Memasukkan CaCO3 ke dalam gliserin 10 ml CaCO3 berwarna putih dan berupa serbuk halus, bercampur dengan gliserin menjadi kental dengan penambahan CaCO3 terus pada gliserin maka menjadi gumpalan yang tidak rata
6. Menuang larutan sabun obat je dalam campuran gliserin dan CaCO3 menambahkan minyak peppermint

Mengaduk

Membentuk pasta yang berwarna putih
7. Memasukkan pasta dalam tube Caranya: memasukkan pasta dalam plastik, melubangi pucuk plastik, memasukkan ke dalam tube pasta gigi

Menutup tube

VII.Hasil Pembahasan dan Foto Produk

Foto produk :

Pada percobaan ini bertujuan untuk membuat pasta gigi dengan bahan sabun obat dan bahan tambahan lainnya. pasta gigi merupakan suatu obat gosok gigi yang fungsinya untuk membersihkan gigi dari kotoran, sisa makanan dan juga plak-plak yang menempel pada gigi.

Fungsi dan kegunaan dari pasta gigi bermacam-macam yaitu seperti berikut:

1. Pasta gigi adalah bahan bantu yang dipakai untuk membersihkan permukaan gigi, sehingga kemungkinan terjadinya karies gigi dan penyakit gusi bisa ditekan/dikurangi.
2. Pasta gigi digunakan dengan sikat gigi dan memberikan kesegaran nafas, kebersihan gigi dan mulut, di samping untuk fungsi kosmetik.
3. Fungsi pasta adalah melepaskan materia alba, plak, sisa makanan, stain, tanpa merusak gigi dan mukosa mulut
4. Pasta terdiri dari campuran bahan; penggosok, pembersih, dan campuran semi padat.
5. Pasta gigi tersedia dalam bentuk pasta, bubuk, dan gel, tetapi yang paling dominan adalah bentuk pasta.
6. Pasta gigi tidak bisa dan bukan obat untuk menghilangkan sakit gigi maupun menambal gigi.

Pada percobaan ini, bahan yang digunakan dalam membuat pasta gigi antara lain adalah sabun obat, gula, CaCO3, gliserin dan minyak peppermint.

Percobaan ini mula-mula diawali dengan memanaskan air sekitar 10 ml dalam gelas beker, air yang digunakan sangat sedikit karena air ini hanya digunakan untuk melarutkan sabun saja. Kemudian sabun obat yang berwarna hijau sebanyak 7,5 gram dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih ini. Ditunggu sampai sabun obat meleleh sehingga menjadi suatu koloid berwarna hijau dan ada busa di atas. Kemudian setelah mengaduk larutana sabun ini, kemudian menambahkan gula pasir sebanyak 10 gram. Ketika gula ditambahkan, maka busa pada larutan sabun menjadi hilang dan warna larutan yang semula hijau menjadi kuning karena tambahan dari gula pasir ini.

Di samping itu, saat melakukan pemanasan pada sabun obat, CaCO3 dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam gliserin 10 ml, kemudian mengaduknya. Di sini perbandingan gliserin dan CaCO3 sangatlah jauh sehingga CaCO3 tidak akan larut dalam gliserin. Kemudian, setelah itu, campuran CaCO3 ini kemudian dimasukkan ke dalam larutan sabun dan gula kemudian diaduk terus hingga membentuk pasta yang tidak padat juga tidak encer. Setelah itu memasukkan pasta ke dalam tube dengan menggunakan plastik yang dipotong ujungnya.

Pada percobaan ini, fungsi zat adalah:

  1. Air : untuk melarutkan bahan
  2. Sabun obat: sebagai bahan utama di mana nantinya akan menjadi bahan yang menimbulkan busa sehingga dapat mengangkat kotoran
  3. Gliserin : sebagai pelembab
  4. CaCO3 : memberikan unsur kalsium pada pasta sehingga dapat menguatkan gigi
  5. Minyak peppermint: sebagai pemberi aroma segar dan menghilangkan rasa eneg
  6. Gula: memberikan rasa manis

Bahan-bahan yang terkandung dalam pasta gigi adalah berikut:

1. Bahan polishing ( penggosok), merupakan salah satu bahan terpenting untuk menghilangkan partikel-partikel sisa makanan yang menempel pada gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Aluminium fosfat.

2. Bahan foaming ( pembusa ), berfungsi untuk membantu aksi bahan polishig dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal pada gigi dan juga berfungsi mengemulsikan lendir dimulut. Bahan pembusa yang digunakan SLS ( sodium lauryl sulfonate ) dengan nama dagang texapon, emal dll.

3. Bahan moistener ( pelembab ), berfungsi untuk mencegah pengeringan dan pengerasan pada pasta gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Gliserin , Propylene glikol dll.

4. Bahan pengikat, berfungsi untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sodium alginat.

5. Bahan pemanis, berfungsi untuk menberikan rasa manis pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sakarin.

6. Bahan pemberi rasa, berfungsi untuk memberikan aroma dan rasa pada pasta dan menghindari rasa eneg atau mual. Disamping itu juga untuk menambah kesegaran pasta gigi. Bahan yang digunakan minyak peppermint.

7. Bahan pengawet, berfungsi untuk menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta gigi. Bahan ini haruslah tidak bersifat toksik. Bahan pengawet yang digunakan sodium benzoat.

8. Bahan flouride, merupakan salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan dan kesehatan gigi, melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pambusukan serta pemicu mineralisasi. flournya memberikan efek deterjen dan unsur kimianya mengeraskan lapisan email gigi. Flouride yang banyak digunakan adalah salah satunya sodium flouride ( NaF ). Pemberian flouride untuk pasta gigi dianjurkan 0,05% – 0,08%, karena kelebihan pemberian flouride akan mengakibatkan merusak kesehatan. Penulis menganjurkan dalam pembuatan pasta gigi tanpa flouride sih tak apa-apa.

Ciri-ciri pasta gigi yang baik:

  1. Mengandung banyak fluoride, kecuali untuk anak batita, banyak fluoride justru tidak baik
  2. Tidakn banyak berbusa
  3.    Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing, substansi makanan, plak dan membersihkan gigi
  4.    Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya
  1. Pertanyaan
  2. Komposisi gliserin dalam pasta gigi seharusnya adalah 15-20 % dari massa pasta gigi
  3. Agar adik (anak-anak) mau menggosok gigi adalah

1. Libatkan anak saat membeli sikat dan pasta gigi kesukaannya.
Sesuaikan ukuran sikat dengan ukuran rongga mulut anak.

2. Carilah pasta gigi yang aman buat anak. Banyak pasta gigi dengan
rasa buah-buahan, yang mengandung bahan yang aman jika tertelan si kecil.

3. Agar anak bisa melihat dirinya saat menggosok gigi, pasang cermin di
kamar mandi.

4. Siapkan segelas air hangat untuk berkumur-kumur. Ada beberapa anak
yang cepat merasa ngilu dengan air dingin.

  1. Desain leaflet

terlampir

  1. Analisis Kelayakan Usaha

Analisis kelayakan usaha:

  1. Tempe Kedelai
  • CaCO3                                    Rp      500,00
  • Air                                           Rp      500,00
  • Gliserin                                    Rp      500,00
  • Minyak peppermint                 Rp      500,00
  • Sabun obat                              Rp      500,00
  • Gula                                        Rp      500,00
  • Plastik                                     Rp    1.000,00
  • Listrik                                     Rp    1.000,00
  • Leaflet dan label 10                Rp    2.500,00
  • Penyusutan                              Rp       500,00
  • Bea produksi                           Rp    8.000,00

Dari produk  menjadi 2 tube, jadi harga tiap tube adalah

Rp 8.000,00 / 2 = Rp 4.000,00

Mengambil laba Rp 500,00 sehingga harga jual tiap bungkus adalah Rp4.500,00

Jadi harga jual 2 bungkus adalah 2 X Rp 4.500,00 = Rp 9.000,00

Maka laba dari 2 tube pasta gigi

Rp 9.000,00 – Rp 8.000,00 = Rp 1.000,00

% laba = (Rp1.000,00 / Rp 8.000,00) X 100% =  12,5%

  1. Desain Leaflet

Terlampir

  1. Kesimpulan
    1. Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi
    2. Pada percobaan ini pasta gigi dibuat dengan bahan sebagai berikut:
      1. Sabun obat
      2. Gliserin
      3. CaCO3
      4. Minyak peppermint
      5. Gula pasir
      6. Metode umum membuat pasta gigi

Agen pengikat didispersikan ke dalam moistener.

Deterjen dimasukkan ke dalamnya secara perlahan-lahan untuk menghindari kesulitan akibat berlimpahnya busa

Air dan pengawet dimasukkan ke dalam campuran.

Pemanis dan agen polishing dicampurkan ke dalamnya dan diaduk dengan segera sampai pasta menjadi lembut.

Flavour dimasukkan ke dalamnya.

  1. Pasta gigi yang baik adalah
    1. Mengandung banyak fluoride, kecuali untuk anak batita, banyak fluoride justru tidak baik
    2. Tidakn banyak berbusa
    3. Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing, substansi makanan, plak dan membersihkan gigi
    4. Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya
    5. Fungsi bahan-bahan:
      1. Air : untuk melarutkan bahan
      2. Sabun obat: sebagai bahan utama di mana nantinya akan menjadi bahan yang menimbulkan busa sehingga dapat mengangkat kotoran
      3. Gliserin : sebagai pelembab
      4. CaCO3 : memberikan unsur kalsium pada pasta sehingga dapat menguatkan gigi
      5. Minyak peppermint: sebagai pemberi aroma segar dan menghilangkan rasa eneg
      6. Gula: memberikan rasa manis

XII.Daftar Pustaka

CuIlison, E.A. 1978. Feeds and Feeding. Prentice Hall of India Private Limited. New Dehli.

Duyvestijin. 1973. Kimia Sederhana. Bandung : Bina Cipta.

Kus, Sri Martini, Dra dan Sri Retno Dwi A. 2011. Petunjuk Praktikum Prakarya Kimia. Surakarta : UNS Press

Linder, Maria C. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Jakarta : UI Press.

Winarno, F.G.1984. “Kimia Pangan dan Gizi”. Gramedia; Jakarta.

  1. Lampiran

1 lembar laporan sementara

1 lembar desain leaflet

Mengetahui,                                                                Surakarta, 18 April  2011

Asisten                                                                        Praktikan

Kelompok 1

( Anita, Anisa, Farid, Desi )

About these ads

About chemanee90edu

I'm a girl that love education and chemistry....... so,,, chemedu HWAITTING!!!
This entry was posted in Prakarya Kimia, PRAKTIKUM. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pembuatan Pasta Gigi

  1. della says:

    Mau tanya beli minyak peppermint dimana ya? aku mau praktikum bedak butuh minya peppertmint :)

    • mungkin d toko2 bahan kimia
      soalnya bahan2 ini juga sudah disediakan d lab
      namun setahu saya, kalau beli bahan2 ini bs d tempat2 jual bahan2 kimia spt parfum, ABS, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s